Kamis, 31 Mei 2012

FIKSI MINI (dung-dung-plak-jesss)



NYARIS  “Sayang, entar malam jadikan kita kencan?” sms yang nyasar terkirim ke Dosen Bahasa Inggris ku.
PIDATO  Semua peserta terdiam saat aku mengebu-gebu  menerangkan keutamaan bulan ramadlon di hutan belantara.
TALI POCONG, “Dasar guru kere, siapa suruh tali sepatu diilangin, mana ngembaliinnya lama banget!!” kata pocong yang jenuh menunggu di kuburannya.
SANDAL, Lukman gembira saat tau banyak pilihan sandal di masjid.
MOTOR, Gayanya sudah seperti Falentino Rossy saja saat mencoba mengendari motornya yang kecebur di kali.
MANDI, “Mariam!! Kenapa kamu gak pernah mandi??” Tanya salahsatu penggemarnya. “tuhan kan maha melihat, Aku malu kalo entar tuhan ngintip aku.” Jawab Mariam enjoy.
DILELANG, Si Buta dari goa hantu geram sesaat melihat di depan goa tempat tinggalnya berdiri papan yang tertulis “Goa ini akan di lelang, mohon penghuninya mengamankan diri.”
POLISI TIDUR, Rully terus saja menangis sambil meminta maaf, karna dia tadi telah melindas polisi tidur itu.
TANGAN KANAN, Akhirnya pemuda itu bercinta dengan tangan kanannya setelah mengetahui prostitusi tutup malam ini.

Berawal dari Cinta


Tuhan dan semesta alam-Nya akan senantiasa menunjukan jalan pada keindahan. Walau diri ini belum pantas untuk mendapatkan keindahan, atau karena aku belum pernah memaksimalkan rasa syukurku atas-Nya. Syukur bagi ku hanya pajangan kamar yang indah. Yang bila tadak dirawat akan usang dan tak pantas lagi untuk dipandang. Tapi kali ini tidak, aku harus merobek dan ku buang pendapatku yang dulu itu bersama air kotor yang menggenang di selokan.
Tapi Tuhan adalah raja diraja. Tuhan maha pengasih, dan kasih-Nya tak akan terhitung. Bagi hamba-hambanya ya