Dia
adalah peria berkacamata yang berkulit kuning langsat dan senior dibandingkan
teman-teman di kelasnya. Sebenarnya dia baik dan ramah pada setiap orang. Entah
kenapa teman-teman sekelasnya agak menyepesialkannya saat mengobrol atau pun
diskusi, hingga dia dijuluki pria terkontroversi di kelas. Dia Adalah
Egi, dan
teman-teman akrab memanggilnya Aa Egi atau Akang Egi, dan terkadang dia juga
disapa Kakak Egi, mungkin karena teman-teman
gemes kepadanya.
Pagi
itu Egi serasa seorang pangeran Siliwangi yang berhasil menahlukan daratan
Melayu. Terlihat dari senyumnya yang tidak menampakkan masalah sedikitpun,
karena tidak seperti itu kebiasaannya. Gelagatnya sebijaksana Soedirman
memimpin gerilya dimalam hari. Matanya memantulkan sinar sejuk seakan frekwensi
suara perpindahannya komet Helly di setiap galaksi dalam tatasurya. Sungguh
imajinasi yang kaya.
Itu
semua terjadi dalam kelas, karena pagi itu Egi dikelilingi oleh wanita-wanita
di kelas. Mirip dengan foto Hugh Hefner dalam majalah yang dia miliki, (Pasti kalian penasaran dengan Hefner kan? Googling saja). Dia seperti
jauh lebih bahagia dari hari-hari sebelumnya. Bukan hanya wanita-wanita saja,
tapi lelaki tampan kelas pun duduk menyandinginya. Tidak ada pekerjaan yang
lebih menarik daripada terpukau dengan posisi cara duduk Egi waktu itu. Selamat
berakhir pekan.
Bandung, 25-05-2012







peria mas....
BalasHapus